Pentingnya menulis blog buat masa depan

Pentingnya menulis buat diri sendiri

Mungkin kamu bertanya-tanya dalam hati "Apa sih pentingnya menulis untuk diri sendiri?
Karena kita tahu, bahwa menulis itu aktivitas yang sangat menjemukan. aktivitas yang tidak disukai oleh banyak orang. Betapa tidak, ketika ada pelajaran menulis, kita pasti merasa bete dan galau. Iya kan? Hayo, ngaku. Hehe

Padahal menulis itu mempunyai begitu banyak manfaat untuk diri kita sendiri. Mau tahu apa manfaat menulis untuk diri kita sendiri?
Bahwa menulis merupakan aktivitas merangkai kata-kata dan menuangkannya menjadi kata-kata yang bermakna.


Jadi menulis adalah aktivitas menuangkan ide, gagasan dan fikiran menjadi rangkaian huruf demi huruf menjadi kata yang bermakna.
Menulis adalah aktivitas merangkai kata demi kata jadi kalimat yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu.

Kita bisa menulis itu apabila kita mempunyai cukup banyak bahan. Bahan utama menulis adalah ilmu dan pengalaman.  Bahkan apa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari juga bisa jadi bahan tulisan yang apik dan menarik loh.

Kalau kita ingin menulis sesuatu, tentu kita harus mempunyai suatu bahan yang cukup untuk ditelurkan menjadi tulisan.
Jadi aktivitas menulis itu seperti kita menuangkan air dari dalam teko. Tahu sendiri kan, apa yang ada di dalam teko?

Biasanya yang ada di dalam teko adalah air. Jika dalam teko ada banyak air, tentu akan banyak sesuatu yang bisa dituangkan dari dalam teko itu.
Sebaliknya, kalau dari dalam teko itu ada sedikit air maka yang bisa dituang juga hanya sedikit saja.
Dari sini pasti kamu paham apa yang saya maksud jadi menulis merupakan aktivitas menuangkan gagasan, ide dan pikiran ke dalam tulisan.

Kalau kamu merasa tidak punya banyak bahan untuk dituangkan ke dalam tulisan, jangan takut, jangan kuatir. 

Kamu tidak sendirian kok. masih banyak orang lain di luar sana yang juga sama seperti kamu pengen menulis dengan menuangkan banyak gagasan dan ide-ide ke dalam tulisan tetapi tidak bisa menuangkannya ke dalam tulisan.

Kalau kita ingin bisa menuangkan ide, gagasan yang ada dalam pikiran kita menjadi rangkaian huruf demi huruf, kata demi kata menjadi kalimat yang bermakna maka kita harus memperbanyak perbendaharaan kata.

Bagaimana kita bisa memperbanyak perbendaharaan kata? Tentu kita harus banyak membaca. Jadi keutamaan dari menulis untuk diri sendiri adalah kita akan menjadi manusia yang suka membaca.
Bukan manusia yang suka membaca pikiran orang, membaca tingkah laku orang bukan! itu namanya ghibah ya membicarakan orang.

Tetapi yang saya maksud disini adalah dengan banyak membaca buku, membaca artikel, membaca novel, membaca karya karya ilmiah, yang paling utama membaca  Al Quran.

Apalagi dengan banyak membaca ini, kita akan mempunyai banyak perbendaharaan kata yang ada di dalam pikiran kita.

Dengan begitu, kita akan mempunyai banyak bahan untuk dituangkan kembali ke dalam tulisan . itulah manfaat pertama dari menulis untuk diri sendiri.


Manfaat menulis untuk anak-anak kita

Memang ada ya, manfaat menulis untuk anak-anak kita. Padahal yang menulis kita, yang mikir dan pusing kita, bagaimana anak-anak kita bisa merasakan dan mendapatkan manfaat dari tulisan yang telah kita tulis itu?

Tentu saja ada manfaat menulis kita untuk anak-anak kita. Tahukah anda bahwa anak adalah anugerah Allah yang terbesar untuk keluarga kita, untuk kita dan pasangan kita. Anak adalah cerminan dari diri kita sendiri.

Kalau kita pengen punya anak yang rajin dan pandai, tentu kita harus menjadi orang tua yang rajin dan pandai, kalau kita ingin mempunyai anak yang suka membaca, gemar belajar, tentu kita sebagai orang tua harus memberi contoh nyata bagaimana kita belajar dan membaca di hadapan mereka.

Tahukah anda,
Mengapa ada begitu banyak anak yang sulit untuk belajar tidak mau membaca, malas belajar.
Mereka lebih suka menonton TV,  bermain kesana kemari. Semua ini dikarenakan faktor contoh dan teladan nyata yang kui dari orangtuanya.

Kebanyakan anak-anak yang tidak suka belajar dan malas membaca itu, orang tuanya juga tidak pernah memberi contoh nyata membaca dan belajar di dalam keluarga.

Setiap malam sehabis magrib, orangtua menyetel TV, melihat senetron. Dan ini dilihat oleh anak-anak pada saat jam belajar.

Orangtua akan berteriak, ayo waktunya belajar. Segera di ambil tasnya. Dibuka bukunya. Dibaca, ada PR ngak. Segera digarap PRnya kalau ada.
Ini instruksi dari orangtua kepada anaknya. Pernah dengar kan? atau pernah lihat ya? Atau bahkan sering melakukan ke anak anak?


Duh, waktunya tobat ayah bunda
Ilustrasi di atas biasanya  dilakukan hampir setiap hari. Sudah jadi habit dan kebiasaan deh.

Akhirnya..
Anak-anak merasa ada ketidakadilan di sini. Di satu sisi mereka disuruh belajar. Belajar bagi mereka adalah beban karena belum terbiasa. Belajar terasa menjemukan, jauh dari menyenangkan.
Disisi yang lain mereka melihat bapak ibunya menonton TV, santai-santai, menikmati tontonan yang unik dan menarik.

Tentu anak-anak akan membantah dan berani melawan orang tua. Mereka membantah dalam bentuk apa?

Mereka membantah dalam bentuk ogah ogahan. Tidak mau belajar, diam saja. Atau malah bermain, tidak mau menuruti perintah orangtua untuk belajar.

Sebagai orang tua yang baik dan bijak kita harus memberi contoh dan teladannl nyata bagaimana belajar. Bagaimana kita sebagai orangtua juga ikut membaca bersama anak anak.

Kita ikut membaca buku, membaca Al Quran, baca buku buku sejarah, membaca buku-buku keagamaan, baca buku motivasi, membaca buku-buku parenting.

Ketika orangtua terlibat dalam aktivitas belajar anak, orangtua membaca buku sendiri, kemudian dia memerintahkan kepada anaknya "Nak, ayo belajar sama mama. ini waktunya membaca. Segera di ambil tasnya. Dibuka bukunya, kalau ada PR segera digarap ya.

Instruksi ini mempunyai kekuatan yang luar biasa. Dengan senang hati anak-anak akan segera mengambil buku, membuka buku, belajar.

Karena mereka bukan hanya diperintah tapi diberi teladan nyata dari orangtuanya untuk belajar.
Maka benar sekali pepatah Arab mengatakan "Lisanul hal afshahu min lisanil maqaal" Artinya tindakan nyata itu lebih utama daripada hanya kata-kata.

Mungkin kamu masih ngeyel ya, iya mas saya kan sudah tidak sekolah, sudah tidak di pesantren. Apa harus belajar? Apa masih harus membaca buku? Apa pentingnya saya belajar dan membaca buku? Apa pentingnya saya membaca Sirah Nabawiyah?

Kan di TV sudah ada, di video sudah ada, di radio banyak, di kajian-kajian banyak. Mengapa saya membaca?

Mungkin anda bertanya begitu.  Iya ini pertanyaan yang bagus.

jawaban saya
Pertama, kita memberi contoh teladan nyata kepada anak-anak. Bagaimana kita juga harus belajar
Kedua kita mengamalkan perintah Allah untuk membaca. Dimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman Iqra' artinya bacalah. Ayat yang pertama turun adalah iqra' artinya bacalah.
Aslinya, ini adalah perintah Allah kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam tapi hakekatnya juga perintah buat umat  beliau.

Jadi ini menjadi inspirasi bagi kita umat Islam untuk suka dan gemar membaca. Membaca adalah kunci dari peradaban, kunci dari kesuksesan keluarga, pribadi dan suatu negara.
Dengan membaca berarti kita telah mengamalkan perintah Allah dalam Al Quran.

Bukan hanya itu, nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam juga telah bersabda ilma minal Mahdi Ilal lahdi Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga liang lahat.

Ini dikandung maksud, carilah ilmu mulai dari kecil hingga dewasa. Artinya apa? artinya, kewajiban untuk belajar itu tidak dibatasi oleh sekolah, pendidikan formal, kelas, akademik tetapi belajar itu dibatasi oleh umur.

Ketika seseorang masih hidup dia masih tetap punya kewajiban untuk belajar. Kewajiban belajar tidak sirna karena selesai sekolah di pendidikan formal, pesantren tapi Kewajiban belajar itu berhenti ketika seseorang telah meninggal dunia.



Lantas anda akan bertanya-tanya, apa pentingnya membaca untuk anak-anak? sebuah motivasi dan inspirasi.

Anak-anak akan bangga dan bahagia ketika melihat kita orangtuanya mempunyai karya, buku, artikel, website, blog dan lain sebagainya.

Sesuatu yang bersifat tulisan, sesuatu yang berupa karya, anak-anak akan bangga bahwa mereka mempunyai orang tua yang punya karya yang bisa mereka banggakan.

Tentu anak-anak akan terus termotivasi dan terinspirasi dari orangtua dan mereka akan bangkit semangat juangnya untuk lebih baik dari orang tuanya. Kalau ayah saya bisa menulis 10 buku tentu saya bisa menulis 50 buku. Kalau ayah saya bisa kuliah sampai S1, tentu saya bisa kuliah sampai S3 begitu kira-kira yang ada dalam benak anak anak.

Manfaat menulis secara finansial

 ini sesuatu yang sangat penting tetapi kadang kita jarang membahasnya. Apakah dengan menulis bisa menghasilkan aliran pundi-pundi uang dan rupaih?

Ini pertanyaan yang sangat bagus.

Tahukah anda, bahwa menulis baik menulis buku, artikel dan lain sebagainya itu bisa loh menghasilkan banyak uang, menghasilkan pundi-pundi uang yang cukup fantastis,

Nyatanya, ada begitu banyak menulis yang sukses. Ada begitu banyak blogger yang menghasilkan puluhan hingga ratusan juta. Ada begitu banyak orang yang sukses karena dia bergelut di dunia tulis-menulis.

Dan yang tidak kalah menarik dan pentingnya adalah di dunia digital ini tulisan menjadi salah satu hal yang terpenting di dunia digital. Coba kalau kamu membuka HP kamu melihat apa yang kamu lihat? tulisan. Ketika kamu mencoba membuka wa apakah yang kamu baca? Tulisan. Ketika kamu mencari informasi apapun yang ada di internet. Apa yang kamu baca? Tulisan. 

Jadi, tulisan merupakan salah satu content terpenting di dunia digital. Ada tiga konten penting di internet yang pertama adalah tulisan yang kedua video, yang ketiga adalah gambar.

Dengan kemampuan menciptakan tulisan-tulisan yang unik dan menarik kita bisa menciptakan pundi-pundi uang yang banyak. Tentu semua dengan izin dan ridho Allah subhanahu wa ta'ala.

Sahabat-sahabat inilah ulasan saya tentang begitu pentingnya menulis untuk diri sendiri, untuk anak-anak dan pentingnya menulis untuk mencapai kecukupan finansial. 

Masih mau jadi penulis? 

Belum ada Komentar untuk "Pentingnya menulis blog buat masa depan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel