Mencegah anak kecanduan gadget
Agar anak terhindar dari
bahaya gadget
Ternyata selain beberapa manfaat yang sangat besar yang diberikan oleh gadget, ada beberapa sisi negatif yang muncul karena adanya gadget dirumah kita. Salah satu efek negatif dari adanya smartphone di rumah kita adalah anak-anak suka main handphone.
Kita selalu merasa takut dan khawatir jika anak-anak sampai kecanduan dengan smartphone dan gadget. Kita khawatir apabila anak-anak malas belajar, malas membaca buku karena smartphone.
Kita kuatir anak-anak malas berinteraksi dengan teman sebayanya, dengan kita orang tuanya karena pengaruh dari gadget.
Betapa tidak, anak-anak sejak bangun tidur apa yang selalu ditanyakan? Gadget. Mereka ingin bermain dengan gadget. Mereka ingin bermain game yang ada di gadget. Mereka ingin melihat gambar-gambar yang ada di gadget. Mereka ingin melihat film yang ada di gadget.
Mungkin kalau hanya setengah sampai 1 jam saja sih tidak apa-apa tapi bayangkan dalam setiap harinya mereka menghabiskan waktunya hanya untuk bermain gadget.
Ini adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan. Dan ini banyak terjadi di rumah-rumah keluarga muslim seluruh Indonesia. Ini adalah masalah besar yang harus segera dicarikan solusi dan jalan keluar. Jika tidak, maka Indonesia akan kehilangan generasi yang cerdas, peduli dengan keluarga lingkungan agama bangsa dan negara.
Apa solusi yang tepat agar anak segera terhindar dari smartphone dan gadget?
Perlu kita sadari sepenuh hati bahwa anak-anak sebenarnya adalah manusia yang merdeka dan sempurna. Mereka terlahir membawa kecerdasan yang luar biasa. Mereka lahir membawa skill dan keahlian mereka masing-masing.
Ini yang harus kita sadari dan kita syukuri. Kita tidak bisa menyalahkan anak-anak jika mereka suka main dengan gadget. Bahkan hingga ahirnya mereka tidak bisa dipisahkan dengan gadget.
Kita perlu mengevaluasi diri kita sebagai orang tua. Agar anak-anak tidak menjadi sasaran kemarahan kita.
Lantas, apakah anak-anak salah ketika mereka menggunakan gadget sepanjang waktu?
Sebenarnya ini bukan soal salah atau benar. Ini adalah soal waktu bagi anak-anak. Kita tahu bahwa masa anak-anak adalah masa yang sangat produktif untuk belajar dan bermain. Masa-masa untuk mengembangkan diri, bakat dan keahlian mereka.
Bayangkan saja, apa jadinya jika anak-anak mulai bangun tidur mereka sudah pegang HP. Mulai main game, melihat gambar-gambar dan foto, berselancar di dunia maya. Tentu ini sesuatu yang sangat mengkhawatirkan, bukan?
Sebagian orangtua, biasanya ada pertentangan antara suami istri. Sering sekali, sang suami menghendaki untuk memisahkan anak dari handphone tetapi sang istri memberi toleransi. Biarlah nggak papa, mumpung masih kecil. Mereka biar bermain handphone yang penting mereka mau belajar, yang penting mereka masih sekolah.
Ketidaksepahaman orang tua ini menjadi alat bagi anak untuk bisa memanfaatkan kesempatan ini. Agar mereka tetap bisa main HP.
Inilah fakta tentang anak-anak:
- masa anak-anak adalah masa bermain
- masa mengembangkan diri
- masa membangun hubungan hubungan
- membangun kecerdasan interpersonal
- membangun kecerdasan personal
- membangun komunikasi dengan teman dan sesama
- masa belajar sambil bermain
Ayah bunda yang berbahagia,
Inti dari dunia anak adalah dunia bermain. Kita tidak bisa membiasakan anak dengan permainan, permainan apapun. Baik permainan tradisional, menggambar, menulis, melukis, mewarnai, kejar-kejaran, membuat angka, tebak-tebakan, membuat kapal-kapalan, membuat pesawat terbang, membuat kodok dan lain sebagainya.
Bagi anak-anak aktivitas ini adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Bukan hanya itu, aktivitas bermain ini bagi anak-anak adalah aktivitas belajar yang paling potensial. Di mana dengan melakukan aktivitas ini, otak anak-anak terus berkembang pesat tanpa hamaban.
Bahkan, dengan melakukan aktivitas permainan ini kecerdasan yang ada di otak anak akan terus berkembang dengan sangat cepatnya.
Anak yang banyak diam, otaknya sullit berkembang. Maka jangan heran, jika ada anak kecil yang diam saja sejak kecil. Dia akan tumbuh dengan masalah di kecerdasannya. Sebaliknya, anak yang sangat suka bermain interaktif, aktif, dia akan menjadi anak yang cerdas ketika masuk ke dunia sekolah nanti.
Mau, anak pisah dari gadget?
Ketika di rumah sudah banyak permainan dan alat bermain yang cukup, maka akan membuat gembira anak-anak. Maka secara bertahap, orang tua bisa memberikan pengertian dan pemahaman kepada anak-anak agar menghindari handphone, smartphone secara bertahap. Dengan begitu, anak-anak tidak akan merasa sedih dan susah ketika berpisah dengan handphone.
Ayah bunda yang penuh bahagia,
Tugas kita sebagai orangtua adalah mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang sehat, cerdas, semangat dan antusias menyambut dan menyongsong masa depan mereka. Maka sudah selayaknya apabila kita meluangkan waktu terbaik kita untuk bermain bersama anak-anak.
Bagi anak anak, bermain bersama orang tua adalah sesuatu yang membahagiakan dan membanggakan. Selain itu, orangtua yang suka bermain dengan anak-anak akan membangun hubungan Interaksi yang sangat Intens antara anak dengan orangtua.
Anak-anak akan merasa bangga kepada orang tuanya, mereka merasa sangat dekat dan akrab dengan orangtua. Mereka merasa memiliki orang tua yang perhatian dan siap meluangkan waktu terbaiknya untuk bermain bersama mereka.
Perlukah memisahkan anak dengan gadget?
Inilah beberapa dampak negatif yang bisa dialami oleh anak yang terlalu sering bermain gadget:
- Menjadi pribadi yang tidak peduli
- Lupa makan minum mandi dan aktivitas lain
- Membahayakan mata yang dalam proses penyempurnaan
- Efek kecanduan
- Mengurangi kecerdasan
Jadi bagi anak-anak yang jauh lebih membawa dampak negatif daripada dampak positif.
Tetapi kenyataannya banyak orangtua yang merasa terbantu dengan adanya cacing ketika orang tua ingin memasak menyetrika menyapu dan membereskan urusan rumah maka orang tua akan segera memberikan anak-anak gadget. Dengan begitu anak tidak rewel dan orang tua bisa leluasa mengerjakan tugas hariannya tanpa kendala.
Terus gimana masalah dan upaya orang tua agar anak bisa terhindar dari kecanduan gadget?
Salah satu pengalaman penulis agar anak tidak kecanduan dari gadget adalah pembatasan. Pembatasan waktu penggunaan.
Tapi kita tidak bisa melarang anak menggunakan gadget sama sekali, tidak bisa. Walaupun bisa saja kita sebagai orangtua bersikap otoriter melarang anak menggunakan gadget, smartphone. Di rumah tidak boleh memegang handphone sama sekali.
Jadi memang anak kita paksa untuk tidak memegang gadget, handphone di rumah sama sekali. Tetapi apakah ada jaminan bahwa anak-anak bisa terhindar dari pegang gadget di luar rumah?
Ketika anak-anak bermain di rumah temannya, berinteraksi dengan mereka rata-rata mereka di rumah bermain handphone. Ketika di rumah mereka dilarang untuk menggunakan gadget, handphone sama sekali sedangkan di luar rumah bersama teman-teman mereka bisa bermain tanpa larangan maka ini akan sangat berbahaya sekali.
Mereka akan merasa harus bermain dengan gadget. Mereka akan melampiaskan kesempatan untuk bermain gadget ini di rumah temannya. Mereka akan lebih kerasan dan suka bermain di rumah teman dari pada di rumah sendiri.
Maka seperti apa yang penulis sebutkan di atas, salah satu cara dan upaya kita sebagai orangtua menghindarkan anak dari ketergantungan gadget adalah dengan memberikan batasan. Berikan dia batasan waktu berapa menit bisa menggunakan gadget dan handphone. Misalnya nih, setiapbermain gadget, kita batasi waktu 30 menit. Setelah 30 menit dia harus menaruh kembali gadgetnya tanpa alasan apapun.
Atau misalnya lagi nih anak-anak kita batasi dengan menonton video. Setelah dia menonton satu video yang telah kita berikan rekomendasi maka gadget harus kembalikan ke tempatnya.
Dan ini harus dibuat kesepakatan sebelumnya di awal antara anak dengan orangtua. Agar tidak terjadi pelanggaran di kemudian hari.
Tetapkan juga hukuman apa yang pantas untuk anak ketika dia melanggar kesepakatan ini. Dengan begitu anda akan belajar manajemen waktu, bagaimana dia menggunakan handphone sebaik-baiknya sesuai dengan waktu yang telah disepakati dengan orangtuanya.
Walaupun metode ini aslinya tidak berjalan 100% tetapi Alhamdulillah anak bisa kita batasi penggunaan handphonenya. Walau terkadang setelah waktu bermain habis, kemudian kita minta gadgetnya untuk di taruh di tempatnya. Anak biasanya merasa berat, merengek, menangis minta memegang handphone lagi. Kita tetap meminta HP itu dengan cara yang halus dan lembut.
Setelah itu kita sebagai orang tua bisa membuat anak-anak bermain dengan permainan lain yang menarik. Kita buat dia lupa dan lalai dengan handphone. Misalkan kita gendong kita, kita ayun-ayun, kita aja dia berbicara dan bercerita, kita ajak dia tertawa bersama-sama. Biasanya dalam waktu kurang dari 5 menit, anak anak sudah lupa dengan gadget yang tadi dia minta dengan cara dia menangis itu.
Memang sepeda orang tua tidak akan merasa capek lelah letih tiap hari harus Mengingatkan anak-anak untuk tidak bermain gadget terlalu lama melebihi kesepakatan di awal tetapi Bagaimanapun kita sebagai orang tua adalah pendidik terbaik bagi anak-anak kita harus menjalankan tugas kita sebagai orang tua sebaik-baiknya.
Terkadang memang kita sekarang kau merasa capek lelah galau tiap hari anak-anak kita ingat kan dia selalu lupa kita nasehati jangan lupa seakan-akan apa yang kita katakan tidak Membekas dalam jiwanya sama sekali.
Itulah anak-anak. Dunia bermain. Dunia riang gembira. Maka ketika bersama anak-anak, kita tidak boleh menanggapi terlalu serius. Kita harus masuk ke dunia anak-anak. Ikut bergembira, bersuka cita saat bersama mereka.
Bahkan, ketika kita meminta handphone. Ya, kita harus memintanya dengan cara halus, lembut penuh senyum. Sehingga anak anak tidak merasa tersakiti karena gadgetnya kita minta dengan cara yang kasar bahkan dirampas.




Belum ada Komentar untuk "Mencegah anak kecanduan gadget"
Posting Komentar