Peran Orangtua dan Guru Dalam Mendampingi Perkembangan Remaja

Bantu remaja Menemukan Potensi Terbaik Mereka


Remaja adalah aset sebuah keluarga, agama, bangsa dan negara. Orang tua dan guru harus mulai berfikir bagaimana bisa memberi peran yang besar terhadap perkembangan intelektual remaja.

Sebagaimana kita ketahui bahwa remaja merupakan masa masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Mereka membutuhkan pendampingan, sentuhan kasih sayang dan pendekatan yang bersifat psikologis.

Remaja sekarang beda dengan remaja jaman dulu. Kalau remaja jaman dulu manut dan nurut apa kata orangtua. Mereka taat sama orangtua karena memang lingkungan sangat berpengaruh dalam proses membentuk kepribadian mereka.

Beda dengan remaja jaman sekarang . Mereka tidak bisa diperintah begitu saja untuk mengerjakan sesuatu. Mereka mau melakukan dengan senang hati Apabila ada pendekatan yang hangat terhadap diri mereka. Tenrtu semua tidak bisa lepas dari peran lingkungan, TV, teknologi, android dan internet.

Inilah beberapa peran yang bisa dimainkan oleh orang tua dan guru dalam rangka untuk membantu remaja menghadapi masa-masa perkembangan intelektual mereka:
- Mencoba memahami jenis kecerdasan anak dan remaja
- Memperhatikan perilakunya sehari-hari
- Menggali potensi dan mengembangkan intelektual dan akademis anak-anak dan remaja.
- Tidak menuntut mereka untuk bekerja lebih banyak dari kemampuannya
- Mengarahkan mereka untuk fokus pada pengembangan potensi diri mereka sendiri
- Tidak memaksa remaja untuk memiliki prestasi yang tinggi

Tidak semua remaja memiliki kemampuan dan kecerdasan yang sama seperti teman temannya lain karena setiap anak itu mempunyai potensi sukses yang berbeda-beda.

Orangtua dan guru bisa menamkan sesuatu yang berpengaruh positif terhadap kemajuan remaja. Semua dalam rangka untuk menjauhkan dari suasana kompetensi dan persaingan dengan sesama anak. Orantua dan guru juga perlu membangun interaksi dengan anak sesuai dengan tingkatan pengalaman dan ilmu serta berusaha meningkatkan ilmu dan pengalaman  yang indah  dan menyenangkan sehingga bisa metik buah nya.

Mengontrol anak


Orang tua perlu mengontrol apa yang ditonton dan dilihat oleh anak-anak dan remaja. Kalau zaman dahulu anak-anak menonton dan melihat televisi di rumah. Itupun televisi berwarna. Channel yang ada hanya TVRI.

Dalam tahapan selanjutnya mulai ada chanel Indosiar, RCTI dengan tampilan dan kemasan film anak-anak yang lucu, dongeng, dll.

Beda jaman dahulu beda jaman sekarang. Zaman sekarang banyak sekali media yang bisa ditonton dan dilihat oleh anak-anak. Mulai dari TV kabel, TV berbayar, TV parabola, internet, Android, iPad, laptop.

Dan  kabar buruknya semua media-media ini bisa mengakses internet termasuk di dalamnya adalah YouTube. Di mana di YouTube seseorang bisa melihat apapun yang dia inginkan. Maka membekali anak-anak dengan pemahaman agama adalah sesuatu yang sangat penting.

Orang tua dan guru perlu memahami apa itu dunia digital agar orangtua bisa menelusuri apa yang telah di lihat dari ditonton oleh anak-anak. Sehingga orangtua bisa mengevaluasi sejauh mana anak-anak menggunakan handphone, laptop untuk sekedar belajar dan bermain, tidak lebih dari itu.

Membatasi pergaulan anak

Masa anak-anak dan remaja adalah masa pertumbuhan fisik, mental, spiritual. Pada masa ini mereka perlu banyak asupan nutrisi berupa ilmu dan pengalaman dari orang-orang di sekitarnya.

Anak lebih banyak mengidolakan artis daripada mengidolakan pahlawan dan sang nabi. Ini adalah sesuatu yang memprihatinkan. Harusnya anak lebih banyak mengidolakan nabi Muhammad, para pahlawan, orang tua yang jelas-jelas memiliki jasa besar dalam kehidupan mereka ini.

Tapi ternyata banyak sekali remaja yang mengidolakan artis yang sering nongol dan tampil di media televisi dan YouTube. Padahal mereka tidak memiliki peran penting untuk kehidupan dan kebaikan anak anak dan remaja.

Mereka hanya banyak mengeksplorasi identitas, kemewahan hidup.  Anak dan remaja tidak bisa banyak belajar dari artis untuk mengarungi kehidupan di dunia nyata. Maka orangtua sangat berperan aktif bagaimana anak-anak bisa membatasi diri dari pergaulan dengan teman-temannya.

Orangtua boleh tahu anaknya bermain dengan siapa. Ketika keluar dari rumah orang tua perlu tahu anaknya keluar ke mana. Pergi dengan siapa. Perginya kemana. Orang tua juga perlu memberi batasan waktu berapa jam dia boleh keluar dari rumah. Mulai dari jam berapa sampai jam berapa dia ada bermain bersama teman teman dan harus kembali ke rumah setelah waktu yang di sepakati habis.

Menemani remaja belajar


Punya orang tua yang menganggap bahwa anak-anak wajib belajar setiap hari. Sehingga setiap malam mereka perlu membaca buku, mengerjakan PR, mengerjakan tugas dari sekolah.

Di sisi yang lain banyak orangtua yang malah melihat televisi, tidak peduli bagaimana anak-anak belajar. Orangtua perlu mendampingi bagaimana remajanya belajar. Orang tua perlu tahu bagaimana metode belajar yang baik yang perlu diterapkan oleh anak-anak dan remajanya. 

Kalau perlu orangtua juga bisa nimbrung bersama anak-anak untuk belajar. Anak-anak belajar membaca buku pelajaran dari sekolah. Orang tua bisa membaca pelajaran Sirah Nabawiyah, sejarah kisah orang-orang Saleh, buku agama dan lain sebagainya.

Sehingga anak-anak merasa ada yang membersamainya belajar dari orang tua. Bukan sekedar disuruh-suruh untuk belajar sedangkan orang tua bermain sendiri dan nonton televisi.














Belum ada Komentar untuk "Peran Orangtua dan Guru Dalam Mendampingi Perkembangan Remaja"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel